Hanya sebuah wadah untuk tulisan-tulisanku.

Setelah ditimbang-timbang, entah kenapa aku memutuskan menggunakan wordpress.

Lalu, bagaimana aku akan menuliskannya? Pikiran atau hal-hal yang melintas di kepala. Aku bukannya senang menulis. Tetapi setiap orang selalu memiliki keinginan untuk berbagi, berkomunikasi, mengurangi sedikit beban yang ditanggungnya sendiri. Kalau bisa berbicara, mungkin aku hanya akan membicarakannya saja. Tetapi tidak ada gunanya berbicara bila tidak ada yang mendengarkan. Jadi aku bermaksud menuliskannya saja, karena berbeda dari sekedar berbicara, tulisan dapat dibaca sewaktu-waktu meskipun sekarang tidak ada yang membacanya.

Aku lebih memilih berbicara secara langsung, mencurahkan emosi dengan mimik muka, nada bicara, gerakan tubuh. Daripada hanya sekedar konteks dalam sebuah tulisan. Tetapi kadang berkomunikasi dengan tulisan seperti chat dan sms memiliki keunggulan tersendiri, yaitu bagaimana kita merasakan tidak adanya hambatan fisik yang membatasi, hanya ada tulisan, sehingga kita cenderung lebih dapat membuka hati. Tetapi itu juga tergantung lawan bicaranya, kadang kita bisa lebih membuka hati dengan orang yang tepat.

Sulit untuk menemukan teman berbicara yang tepat. Lebih mudah menuliskannya dan berharap ada orang yang mau mengerti bila membacanya. Pasif. Tetapi kita tidak pernah tahu, mungkin saja lebih sulit untuk menemukan orang yang mau membaca tulisan kita. Apalagi di Indonesia. Pertama, mereka lebih suka berbicara daripada membaca. Kedua, mereka terlalu banyak menonton tv. Yang kedua sebenarnya tidak terlalu penting.

Menulis sesuatu lebih seperti bergelut dengan diri sendiri bagiku. Tidak mudah. Setiap kata harus disetujui oleh seluruh diriku. Apalagi mengenai hal-hal yang memang bersifat pemikiran kita sendiri seperti ini. Kita tidak ingin dipermalukan. Kita ingin tampak cerdas. Kita ingin setiap kata tidak terbantahkan, meskipun tidak mungkin. Brengsek, menulis itu sulit.

Kadang itulah yang membuatnya menjadi menarik. Tetapi yang membuatku ingin menulis adalah karena aku mengagumi tulisan yang bagus. Ya, orang menyanyi karena mengagumi penyanyi dan lagu yang bagus, orang melukis karena mengagumi lukisan yang bagus. Orang berkarya karena ada sebuah karya agung yang mereka kagumi. Hanya teori.

Sebuah novel, atau tulisan-tulisan dalam bentuk lain menjadi inspirasi saya untuk menulis. Dan hal-hal lainnya seperti pengalaman, kejadian, film, menjadi inspirasi untuk apa yang saya tulis.

Lalu selanjutnya adalah apresiasi. Aku sebenarnya ingin tidak peduli bila ada yang mau membaca tulisanku atau tidak. Tetapi kami haus akan apresiasi, yang negatif sekalipun. Seperti yang aku katakan sebelumnya, kami ingin berbagi. Tidak sebatas kepuasan individual. Kami sedang mensosialisasikan diri dan saya sudah merasa kalau media inilah yang paling tepat. Menulis.

Lalu selanjutnya aku ingin terus menulis. Semua akan terasa berat pada awalnya, itu yang membuatnya layak untuk dilakukan. Dan manusia selalu bisa beradaptasi.

Ah sudahlah, ayo kita menulis.

pic by: abbey1normal.deviantart.com, sorry for not asking your permission first

Advertisements

One thought on “Hanya sebuah wadah untuk tulisan-tulisanku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s