are we race on the same track, same field, same way?

are we race on the same track, same field, same way? or even, are we on the race?

Yang saya maksud dengan “race” disini adalah sebuah balapan atau persaingan dalam menjalani hidup di dunia ini. Ya, apakah kita, dalam banyak artian, sedang dalam suatu balapan dengan orang lain dalam mencapai apa yang ingin kita capai? Apakah orang lain akan menyusul kita bila kita lamban? Apakah kita tidak dapat mencapai apa yang kita inginkan jika disalip oleh orang lain? Makanya, muncul pertanyaan selanjutnya, apakah kita bahkan tidak sedang balapan?

Begini, saya berpikir alangkah sempitnya dunia bila memang itu yang berlaku. Ibaratkan kita sedang dalam suatu track balap F1, dimana kita harus menempuh jalur yang sama, jumlah lap yang sama, naik mobil yang bisa dikatakan sejenis. Sempit! dan banyak orang yang berpikir demikian.

Orang berpikir kalau kita tidak cepat, maka kita akan disalip bahkan digilas orang lain, orang lain akan lebih maju dari kita dan mereka yang dikatakan pemenangnya. Ini orang2 dengki darimana sih yang menciptakan paradigma ini? Atau saya yang bergaul di lingkungan yang salah karena merasa ini adalah hal yang berlaku di masyarakat? Atau ini hanya kesan yang saya peroleh dari keparanoidan saya pada lingkungan yang saya anggap sudah menciptakan sistem yang sangat2 tidak bagus.

Kita sering mendengar atau bahkan merasa, “lihat, dia sudah punya pekerjaan, sudah punya rumah, tahun depan menikah, bagaimana dengan kamu?” Dan hal ini akan mendatangkan kecemasan, kecemasan karena merasa tertinggal dengan orang itu. Ya, semua karena stereotype balapan tadi.

Padahal sukses atau apa yang ingin kita capai adalah sangat subjektif. Ya mungkin kalau kita menginginkan hal yang serupa dengan orang lain perasaan terbalap itu akan sangat kentara kita rasakan. Tetapi, kebanyakan efeknya hanya sebatas pada perasaan, perasaan yang tersiksa.

Yang saya ingin katakan, dunia ini LUAS. Kenapa harus dipersempit menjadi jalur-jalur, bahkan dibumbui dengan balap membalap di jalur tersebut. Kita semua punya hal yang ingin dicapai masing-masing, dan punya cara masing-masing dalam menggapainya, kita juga punya keunggulan dan kekurangan masing-masing,  punya irama dan kecepatan yang berbeda dengan orang lain. Kenapa kita harus memikirkan balapan tersebut? Kalaupun balapan itu benar2 ada, dan orang lain telah mencapai finish duluan, terus kenapa? Apakah kita akan jadi pecundang? Apakah langkah kita akan terhenti? TIDAK.

Kita akan terus melaju, mendapat pengalaman yang berbeda, menikmati dunia dengan cara kita sendiri, ya, daripada kita secara negatif terpaku pada orang lain dan ketika ia melejit lalu menjadi frustrasi. Dunia ini luas, setiap orang memiliki tempat dan lahan untuk digarap.

Jadi ini adalah curcol penulis. Hei, saya memiliki irama dan kecepatan saya sendiri, saya tau yang saya lakukan, dan jangan paksa saya untuk sama dengan orang lain dan main balap2an dengan mereka!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s