manusia itu lemah.

Kalau saya bilang manusia itu lemah, jangan langsung mengasosiasikannya dengan kepesimisan dan keputusasaan. Saya cuma pengen agar kita sadar kalau sebuah dukungan yang datang dari luar adalah sangat penting. Tapi saya tidak menyangkal kalau manusia itu secara harfiah memang lemah, gampang mati.

Ide awalnya sih ketika seperti biasa, saya merasa kalau saya adalah seorang manusia independen yang punya pemikiran yang mandiri dan tidak butuh motivasi dari luar untuk dapat mengerjakan sesuatu dengan benar. Ternyata saya salah, karena akan ada saatnya kita merasa begitu tidak produktif sehingga terkatung2. Di saat seperti itu motivasi eksternal akan memiliki andil yang signifikan.

Motivasi dari luar ini dapat berupa apapun. Katakanlah itu film yang ditonton, lagu, peristiwa sehari-hari, dan sebagainya yang bisa menjadi sebuah trigger, bisa jadi itu sebuah trigger untuk mood atau bahkan untuk langsung berkegiatan. Dan beberapa hal bisa menjadi sangat powerful, terutama hal2 yang bisa sekaligus merubah pemahaman kita akan sesuatu.

Contohnya, untuk hal yang sederhana dan dangkal, misalnya kita menonton film tentang band dan di film itu ada seorang anak yang mulanya tidak bisa apa2 lalu berubah menjadi pemain band yang keren. Kita yang semula sudah malas berlatih gitar lalu mulai mengambil gitar kembali dan memainkannya. Kira2 seperti itu.

Contoh lain, kita sedang dalam proses mengerjakan sesuatu, tetapi terhenti karena tiba2 kita merasa mood kita tidak sedang bagus atau karena kita merasa sia2 saja kita berbuat. Lalu saat itu ada teman yang mengajak kita kumpul2, dan disana kita bertemu teman2, lalu terlihat kalau mereka lebih sukses dari kita dan saat kita berbincang, kita menemukan bagaimana mereka begitu keren dengan kesuksesannya. Saat sampai rumah, kita berpikir kembali dan tidak mau kalah dengan mereka, pekerjaan kita pun berlanjut.

Kalau misalnya seperti itu, semua orang juga tau. Tapi point yang ingin saya tekankan adalah, hal seperti itu akan selalu terjadi, dan betapa mudahnya seorang manusia berubah dengan adanya motivasi eksternal tersebut. Karena memang saya menemukan kalau motivasi seorang manusia itu  selalu berada dalam siklus naik turun, dan betapa motivasi eksternal begitu signifikan untuk menaikan kembali motivasi yang sedang turun.

Oleh karena itu, jangan segan2 untuk segera mencari motivasi dari luar sewaktu kita mulai kendur. Jangan sok jago dan merasa kalau kita akan bangkit sendiri, memang hal itu dimungkinkan, tapi waktunya bisa lama, kita butuh trigger, dan percayalah, terlalu lama berada di bawah akan membuat kita stuck.

Manusia lemah, tapi akan kuat dengan dukungan dari sekitar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s