the labkoms, satu.

Sore itu suasana di labkom cukup mencekam. Burn dan dupan adalah dua orang mahasiswa yang tengah melakukan pemberontakan. Tidak, bukan pemberontakan berisik yang tidak berotak seperti yang dilakukan oleh kera2 yang mendadak pintar seperti di film planet of the apes, ini adalah pemberontakan intelek.

Mereka sedang berjuang melawan para operator labkom yang saat itu dimotori oleh gegon, emon, uscup, dan gudil. Sementara, yesa yang juga operator lebih memilih untuk tidak ambil pusing dan tidur di ruangan operator.

Suasana di ruangan terlihat tenang, beberapa komputer sedang digunakan oleh mahasiswa lain, hanya burn dan dupan yang sedang kasak kusuk di komputer barisan kedua dari depan. Cahaya ruangan cukup gelap, sedang mendung, waktu yang cocok untuk melakukan operasi.

Sementara ruangan tenang, tetapi atmosfer sebenarnya cukup panas, sedang terjadi saling jual beli serangan antara pihak pemberontak dan pihat terberontak.

Kenapa terjadi pemberontakan? Kejadian bermula kala ada perintah dari pusat untuk membuat labkom steril dari praktik bermain game dan facebook, sehingga murni untuk keperluan kuliah. Para operator tidak bisa apa2 kecuali menurutinya dan melakukan blokade, dan seperti mahasiswa2 lainnya yang gemar melawan, burn dan dupan mencoba meruntuhkan blokade tersebut.

Saat itu laptop belum umum dan wifi masih bagaikan teknologi yang tak terjamah sehingga labkom menjadi tumpuan mereka untuk berselancar di dunia maya. Sehingga operasi pun dilakukan, setelah googling, mereka menemukan cara2 untuk meruntuhkan blokade yang dibuat. Seperti sledge hammer yang berhasil merobohkan dinding2 lapuk, mereka berhasil menghancurkan blokade2 yang dibuat operator labkom. Tetapi seperti sihir harry potter, dinding2 itu kembali utuh karena para operator memasang deep freeze.

Karena merepotkan, burn dan dupan berencana untuk mengcrack password operator sekalian. Once and for all, kalau password di tangan, mereka sudah seperti arthur dengan excalibur. Lalu hari itu pun tiba, tools untuk mengcrack password sudah disiapkan, sore ini adalah eksekusinya.

Para operator sudah melakukan psywar. Berkali2 mereka lewat sambil bertanya2 pilon, “ngapain kalian?”, atau emondrey lebih frontal lagi “udah bisa belum?”. Nada meremehkan dalam setiap kata2 mereka makin mengobarkan semangat dupan dan burn.

Sayang semuanya berjalan kurang seru, seperti cerita sinetron yang mudah tertebak, password operator labkom dapat kami dapatkan dengan mudah layaknya para pembantu rumah tangga menebak kalau salah seorang tokoh di sinetron itu pasti akan tertabrak mobil kalau lagi lari di jalan.

Semuanya begitu mencurigakan, terlalu mudah. Si brewok gegon dan uscup tidak sebodoh itu, pikir burn dan dupan, tetapi begitulah, ternyata tools yang kami dapatkan begitu powerful sampai2 gegon dan uscup terlihat bodoh, sebodoh muka yesa yang baru bangun tidur sore itu. Yesa tidak bodoh, tapi wajahnya yang bangun tidur memang terlihat bodoh, setelah mengucek mata dan bertepuk tangan, iapun terlihat pintar kembali.

Bagaimana setelah burn dan dupan mendapatkan password tersebut? Nantikan kelanjutan kisahnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s