hati adalah yang terpenting

Walaupun saya membahas tentang hati, tapi saya tidak membahas tentang cinta.

Saya hanya tergelitik dengan kejadian2 yang bisa dibilang musibah yang selalu terjadi dalam kehidupan sehari2. Karena itu kita dituntut untuk selalu berhati2. Disini menurut saya sih, berhati-hati yang dimaksud bukan dengan melakukan berbagai persiapan yang dapat mencegah musibah itu, tapi melakukan persiapan agar hati kita siap jika musibah itu datang.

Misalnya, kita telah melakukan persiapan matang dengan mengunci rumah kita dengan berbagai kunci gembok yang menurut kita aman, tetapi ternyata kita kerampokan juga. Ternyata persiapan matang yang kita persiapkan runtuh di tangan rampok yang lebih ahli/pintar. Nah biasanya kalo udah gitu, kita gondok juga kan.

Sebaliknya, jika kita terlalu longgar pun, rasanya ada yang salah, seperti mempersilakan si perampok merampok rumah kita. Nah kita biasanya gondok juga, menyesal karena kita tidak melakukan persiapan yang seharusnya.

Disini masalah hati menjadi penting karena kita sudah mempersiapkan hati kita menghadapi musibah2, terutama untuk yang muslim, dia seharusnya sudah mengerti kalau semuanya hanyalah titipan, ada saatnya akan diambil. Oleh karena itu, hati yang kuat akan mendatangkan ketenangan dalam mempersiapkan hal2 lainnya, sehingga dalam persiapan mencegah musibah, kita tidak perlu parno, atau juga tidak terlalu longgar. Semua dengan keyakinan yang mantap, dan kalaupun ternyata masih kebobolan juga, kita masih bisa berbesar hati.

Tulisan ini hanya bermula dari pemikiran saya ketika menggembok pagar, gembok yang kecil dan pagar yang tidak terlalu tinggi, kenapa juga harus dipakaikan gembok? Toh maling juga bisa manjat, toh waktu itu pernah kelupaan digembok dan tidak apa2. Tetapi ternyata ada masalah hati yang seharusnya mengcover semua itu.

Kesimpulannya, lakukan persiapan baik hati maupun persiapan yang konkret dalam menghadapi musibah. Dengan hati yang mantap, persiapan akan lebih mantap dan di lain sisi kita juga sudah siap untuk let it go kalau memang sudah saatnya kita berpisah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s