lagi-lagi tentang sistem di dunia, kali ini sedikit tentang ekonomi.

Been a while.. Memang begini kalau irama menulis tiba2 rusak, langsung puasa menulis, tetapi untung sekarang sudah ada niat lagi, yeah mari menulis.

Belakangan saya selalu mikir kalau dunia ini, dan segala hal yang berjalan di dalamnya memiliki suatu sistem yang seakan diikuti oleh semua orang di dunia. Nah anehnya sistem yang dijalankan sekarang sepertinya malah mengarahkan kita ke kehancuran. Ya, saya bicara soal sistem ekonomi dan politik di dunia.

Sepertinya yang dulu menggagas sistem ini dan akhirnya diikuti oleh hampir setiap orang di dunia adalah sistem yang diciptakan oleh orang2 pintar tapi parno, pintar tapi tidak berhati nurani dan pintar tapi rakus. Karena sepertinya semua orang di dunia akan kehilangan segala sesuatunya kalau mereka tidak rakus, tidak mau menyikut orang lain, dan semuanya dibayang2i ketakutan kalau kita akan dirakusi dan disikut orang lain. Karenanya kita harus bekerja setiap hari agar kita mengatasi keparnoan itu.

Ya, kenapa bukan semangat saling berbagi, bukan semangat saling membantu, semangat menuju kehidupan yang santai dan ceria. Karena orang2 tipe seperti ini tidak muncul dan memang sedikit, tidak ambisius, jadi mereka kalah oleh orang2 parno yang ambisius karena takut dirinya miskin kalau tidak muncul.

Padahal, kalau kita pikir, kenapa terjadi krisis global, pastinya karena sistemnya salah. Aneh aja gitu, kenapa bisa tiba2 seluruh dunia krisis. Ini sistem bodoh macam apa gitu. Pastinya karena yang nyiptain sistemnya orang parno, jadi karena selalu parno, akhirnya kejadian yang nakut2in juga, not a happy ending.

Sebetulnya generasi di jaman2 the beatles dulu sepertinya sudah ingin mengadakan perubahan, love & peace, tapi sepertinya itu hanya dianggap sebagai suatu gejolak dan tidak berhasil melakukan revolusi. Semua hanya dikira efek dari marijuana saja, sayang sekali. Kenapa segala hal yang lebih menyenangkan malah dianggap akan berujung pada kekacauan, hedonisme, dan bukan kemajuan? Kenapa orang2 yang parno dan bekerja dengan penuh kekhawatiran yang dianggap akan membawa kemajuan?

Jangan heran kalau para pekerja stres atau para bos-bos kaya minta ampun tapi pelit. Karena memang sistemnya demikian, yang menciptakan juga orang stres yang pengen kaya minta ampun dengan kerja penuh keparnoan, sehingga ketika mencapai kekayaan itu, mereka pelit karena parno kekayaannya ilang kalau dibagi2. tolol.

Makanya kita jangan ikut2 parno, jalani hidup dengan lebih ceria, mau berbagi sama orang lain. Buat yang muslim, mungkin bisa lebih memahami konsep rezeki sehingga tidak parno kalau2 rezeki kita direbut orang kalau kita tidak saling sikut.

Untuk merubah sistem yang sudah ada memang sulit, tapi kalau setiap orang mulai dari dirinya dan bersatu, sepertinya suatu saat bisa terjadi. Ayolah, kita punya hati nurani, kita tau mana yang benar, kita ingin dunia yang lebih baik dimana kita saling sejajar beriringan dan bukan saling sikut untuk berada di atas orang lain, yang kita tau sekarang hasilnya bagaimana.

Saya mengutip novel yang pernah saya baca, yaitu “tahun 1969” karangan ryu murakami. Bukan mengutip kalimat dalam novel itu, tapi cuma salah satu pesannya, yaitu: Jadilah ceria dan jangan kalah dari orang2 suram itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s