Serius banget sih?

“Serius Banget Sih?”

Katakanlah aku terlalu sensitif, tetapi aku benar-benar terganggu bila seseorang berkata “Serius banget sih?”

Bayangkan kamu sedang melakukan sesuatu, misalnya sedang nonton film di laptop, bekerja, belajar, bermain game, dsb. Tiba-tiba datang seseorang dan ia berkata dengan nada penasaran atau malah nada mengejek, “Serius banget sih?” Aku akan merasa benar-benar terganggu karena seolah-olah apa yang kita lakukan mengganggu mereka dan serius adalah suatu hal tabu untuk dilakukan. Padahal, kalau kita balik bertanya, “Emang kenapa?” Maka seringkali tidak akan ada jawaban memuaskan dari mereka, yang berarti, mereka cuma iseng melakukannya! Ga ada kerjaan.

Apapun yang kita kerjakan itu, kalau kita sedang mengerjakan sesuatu pasti akan terlihat serius, biarpun sedang bermain game sekalipun atau menonton film komedi, karena kita sedang terkonsentrasi pada suatu hal. Padahal mungkin saja keadaan kita saat itu sangat santai, hanya kelihatannya bagi mereka kita sedang “serius”. Nah, sebenarnya “serius” menurut mereka ini apa? Define serious!

Hal yang mengganggu selanjutnya adalah, mereka sudah tahu kita sedang mengerjakan sesuatu dan tampak “serius” bagi mereka, tetapi kenapa mereka masih mengganggu kita dengan pertanyaan bodoh itu? Do it, after I done it.

Kalau ditelusuri lebih lanjut, dan dikira-kira dengan pola pikir yang sedikit sinis, sepertinya mereka memang merasa terintimidasi dengan kondisi kita yang sedang melakukan sesuatu dengan “serius”. Pertanyaan “serius banget sih?” biasanya dilontarkan oleh orang yang iseng atau sedang tidak ada kerjaan. Mereka bosan lalu mengusik orang lain. Dalam suasana kerja, misalnya di kantor, seseorang yang ga ada kerjaan ini akan terganggu karena ada orang lain dalam ruangan yang tampak rajin bekerja, mereka akan tampak malas! Jadilah mereka coba mengganggu orang yang bagi mereka tampak “serius” ini. Poor thing.

Maksud mereka mungkin agar kita lebih santai dalam melakukan sesuatu, tapi kalaupun saya sedang santai pun mereka masih mengira saya “serius”. Apakah saya harus memasang tempat tidur gantung, tiduran di situ, segelas soda dengan es di samping saya, menyetel musik yang mendayu-dayu? Next thing I heard would be, “Santai banget sih?” God, I thing I have to be less serious about this thing.. “Serius banget sih?” sudah terdengar dalam pikiran saya, hehe..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s