Transform.

amazon_alpha

Sekitar satu minggu yang lalu, saya melihat teman saya sangat memperhatikan pencapaian akademiknya. Sampai-sampai saya berpikir apakah ia begitu terobsesi? Begitu menginginkan kejayaan di bidang akademik? Begitu cemas apakah ia bisa mendapatkan penghargaan dan pengakuan atas prestasinya. Glory for her?

Ini mengingatkan saya dengan saya yang dulu, meskipun bukan secara spesifik di akademik, tetapi saya juga sangat menginginkan penghargaan dan pengakuan atas prestasi saya. Saya berharap sih teman saya itu bisa mendapatkannya dengan baik dan kemudian menjadi seseorang dengan self-esteem yang tinggi.

Tetapi saya? Failed. Mungkin saat itu memang kacau, saya begitu banyak keinginan, begitu ingin dihargai dan diakui. Saya banyak mencemaskan semua hal, bagaimana penilaian orang lain, bagaimana jika tidak bisa mendapatkan apa yang saya inginkan, dsb. Namun, pada akhirnya saya tidak bisa mendapatkannya. Everything was crumbled.

Bisa dibilang, saat itu saya dikuasai oleh sisi terang diri saya. Polos dan begitu penuh harapan, ingin meraih prestasi seperti orang lain yang tampak cemerlang. Sebut saja waktu itu saya masih putih. Waktu itu mungkin jaman-jaman saya SMA sampai ketika selesai kuliah S1.

Akhirnya, setelah semua kecemasan itu menggila tetapi saya tetap tidak bisa mendapatkan semua itu. Sisi gelap dalam diri saya mulai menguasai. Saya yang tadinya putih mulai berubah kelabu. Menjadi seseorang yang tidak lagi cemas dengan hal-hal trivial seperti prestasi akademik atau hal-hal yang dianggap penting orang lain. Saya mulai berpikir dari sudut pandang berbeda. “Fuck the world”  kind way of thinking.

Namun saya bukan korban dari lingkungan. Itu jalan yang saya pilih, cara saya bertahan hidup. Dengan bertransformasi seperti itu, saya tidak lagi terlalu cemas dengan banyak hal (bukan berarti tidak ada kecemasan sama sekali), saya lebih tenang dan… sedikit lebih bahagia.

Kemudian, saat ini sepertinya saya akan bertransformasi lagi ketika salah satu keinginan saya kembali failed. Setelah awal 2013 itu saya berubah kelabu, apakah 2017 saya akan berubah lebih gelap lagi? Mungkin saya terlalu cepat membuat prediksi, tetapi prognosis berkata demikian. Mungkin kali ini kecemasan saya akan suatu hal akan berkurang lagi. We’ll see.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s