Midnight Sky

midnight_sky

“It’s been awhile since I stare at the midnight sky and realized how vast the universe is.”

Seorang penyiar radio berkata, “kalau saya malam-malam ngeliat langit dan bintang-bintang, saya ngerasa keciiil banget.” Waktu itu saya masih SMP atau SMA ketika mendengarnya, dan kata-kata itu masih teringat sampai sekarang.

Simple sih kenapa masih terus teringat sampai sekarang, karena beban saya seolah terangkat kalau merenungi kata-kata itu. Terutama kalo lagi menghadapi masalah atau sesuatu yang menjadi beban pikiran.

Makna di balik kata-kata itu adalah bahwa dunia itu luas, begitu pun dengan kehidupan. Dunia kita terlalu besar, terlalu luas untuk hanya terpaku pada suatu masalah. Hidup kita lebih dari itu, bukan sekadar masalah yang kita hadapi.

Apalagi kalau dibandingkan dengan dunia ini, masalah kita mungkin hanya sekadar hal kecil bersama dengan masalah-masalah orang lainnya di dunia. Ada tidak adanya masalah kita, dunia tetap berjalan, hari terus berganti, bumi tetap mengitari matahari pada orbitnya, dan blackhole masih berwarna hitam.

Memang sih, bukan berarti kita mengabaikan masalah dengan berpikir seperti itu. Masalah tetap ada dan harus diselesaikan. Tapi, setidaknya kepala terasa lebih ringan dalam mulai melangkah menyelesaikan masalah itu.

Jadi, ketika kepala terasa berat saat menghadapi masalah, lihatlah langit malam dan renungi sejenak.. boleh sama kucing, boleh sendirian..

Yaa.. dunia tidak sesempit itu dan kita tidak senelangsa itu.

Right, cat?

 

Satriajati, 2016

Advertisements

That Girl is Perfect.

dark I - perfect girl

Hey man, look at that girl, she’s perfect / yeah, she’s perfect

She’s beautiful / so beautiful

She’s clever as well, she has some good academic achievement / she could teach you

She has a lot of friends too, good socially / she could mock you for being lonely

She got a lot of affection from her parents and friends / even she never worry of being lack of it

A lot of guys falling in love with her / yeah, even she could have all of them if she want

She’s so mature / she could mock you for being a brat

Her life is so exciting / yeah, she could mock your life for being so flat

She could enjoy a very hot and spicy food / yeah, she call you weak because you can’t eat spicy food

She’s also really kind / yeah, she could say that you’re evil when you did something bad to her

She could empathize with other people / she always said to you that you should see from her side

She’s just so fine / never feel like a trash before

Princess / Happily ever after.

 

A sarcasm for my own mind.

Satriajati, 2016

fire escape.

fire escape

Sudah sekitar 2 minggu aku mencoba menjadi social smoker. Hanya merokok ketika sedang berkumpul bersama teman, atau minimal sedang bersama teman, merokok bersama. Tapi aku masih membuat suatu kondisi yang membolehkanku merokok sendirian, yaitu ketika sedang ingin berpikir keras dan membutuhkan sedikit suntikan nikotin untuk membantu berpikir. And of course when I feel like celebrating something.

Dengan kata lain, aku ingin rokok menjadi sesuatu yang konstruktif, sesuai dosis dan tidak sia-sia. Membuat berkumpul bersama teman menjadi lebih nikmat, merayakan sesuatu, dan membantu dalam berpikir.

Semula aku merokok karena stres atau kesepian, atau iseng. Mungkin itu karena pertama kali aku merokok adalah karena aku baru putus cinta. Jadinya kesananya juga rokok menjadi teman ketika melewati waktu-waktu yang sentimentil dan melankolis.

Lalu suatu waktu aku merasa muak dengan bau nafasku sendiri, aku takut bau ini akan terus bertambah jika aku tidak mengendalikan perilaku merokok ini. Aku pun berniat menguranginya. Dan ketika itu juga, tidak berapa lama, aku ngobrol dengan seseorang yang aku sayangi dan dia berkata kalau ia secara subjektif tidak suka dengan perokok. Seperti setiap perkataan dari significant person, her words linger on my head.

Continue reading

nothing, it’ll never does you anything.

Yesterday, Friday, February 12th, you were really beautiful. So beautiful that I want to say “I love you” everytime I saw your face, and I don’t think I could move on from you know. I don’t have any intention of seeing another woman either.

Still, maybe this love will never reach you, and I keep saying to myself:

“She doesn’t need me, she doesn’t want me…”

But, I still got time and many chances to meet you. I’ll be using that to the fullest, treasure and cherish every moment I have with you. Because, eventually we will part someday.

Maybe it will be only the time that I could move on from you.

So sad, but…

heart of sword

pain.

I don’t want to fall in love again. That’s the thought that came to my mind after I had felt this pain, twice in a row. The same pain in 12 months. The indescribable pain I felt right now. The pain that pierced through my chest, my heart, my mind. The pain that should be curable, but seems incurable as I can’t find the cure which I know what it is. As for now, I wait, time will heal. As time goes by, I’ll try to avoid the source of my pain. Try to diminish all the interaction, all the looks at her face, her behavior, her scent…

Time will cure, yes, but how long? As I waiting, I have to endure the pain. It’s so difficult that I want to pierce my hand with big needle. My histrionic side keep haunted me, persuade me to tell everyone, especially her that I’m in pain, big time. Ok, I need catharsis, but only this, and by share it with some friends, that’s all. Actually, I don’t know how’ll I endure this pain. Last time, it was fast enough to heal from the pain. But, it was like escape from tiger mouth and got trapped in crocodile mouth. Fuck that, I want to be free this time.

The pain’ll cure, I know it. But, the trauma will arise. After this, I don’t want to feel this kind of pain again. I don’t want to close with anyone again. The momment I feel that I like someone, I’ll avoid that person. This’ll be so hard to do, as I know that I have big needs of affection. The needs of affection that haven’t been satisfied since I was a kid. I kind of give it up, I’ll never satisfy that needs from a person. I’ll use all my defense I could use to repress those needs. I don’t give a shit if it’s not healthy, that is the only way I know to regulate it. I’ll love myself more, I’ll gain happiness from myself more.

Sara (Bagian VIII) – Terminasi

Trauma, adalah ketika suatu kejadian memiliki dampak yang besar secara emosional sehingga apapun yang berkaitan dengan kejadian tersebut akan memicu reaksi emosi negatif dari diri seorang individu.” (Satriajati, 2015)

Ok, kenapa trauma? Jadi ketika seseorang jatuh cinta dan mengalami hal yang berdampak besar secara emosional maka akan menimbulkan trauma. Putus cinta, patah hati, kasih tak sampai, name it, semuanya menyebabkan trauma. Move on? Secara sederhana berarti anda telah sembuh dari trauma itu, sudah tidak ada emosi negatif yang muncul ketika mengingat atau bertemu dengan segala hal yang berhubungan dengan orang yang sempat anda cintai, sudah tidak ada emosi negatif yang muncul dan mengganggu kehidupan anda sehari-hari. That’s move on.

Saya sudah move on dari Sara sekarang. How? Let me tell you…

Continue reading